Untukmu,
pria pemilik mata sipit berwajah manis beraroma wangi
Surat ini khusus aku tunjukkan ke
alamat hatimu, hati yang selalu dingin sebeku es seolah tak menyadari
keberadaanku. Sampai kapan aku harus
berdiam di posisi ini? Berdiam dalam bayanganmu, tak bisa menyentuh lekukan
wajahmu, sulit menggapai jemarimu, dan hanya berani menatapmu diam-diam tanpa
pengungkapan sedikitpun. Maafkan aku yang sudah lancang menulis ini untukmu.
Maaf kalau kejujuranku sedikit mengusik suasana hatimu.
Sebenarnya
waktu telah mengarahkanku pada jatuh hati mengagumi sosokmu. Pria pemilik
senyum manis oriental. Pria jago main gitar. Pria pengkoleksi film
action. Pria yang selalu
mondar-mandir dikepalaku, memenuhi otakku, merusak konsentrasiku. Aku
tahu segalanya tentangmu. Aku hafal jadwal ekstramu, aku hafal jadwal lesmu,
aku tahu kesibukanmu, aku tahu semua kegiatanmu. Aku tahu detail semua
tentangmu, tapi
tak bisa ku sebutkan satu persatu. Aku yang selalu memperhatikan
setiap detik pergerakanmu. Mataku hanya ingin menatapmu. Menyeruak menjerumuskanku
untuk selalu mendokumentasikan tingkah lakumu. Memang terkesan berlebihan. Tetapi
tenanglah, tak perlu kau risau kini dan nanti. Sebab ini hanya isi yang
tersembunyi. Kuyakini kau ini bukanlah basa-basi tapi kau memang kukasihi. Aku
tak akan memaksamu untuk membalas perasaanku. Karenanya kumohon jangan paksa
aku untuk berhenti mengenali setiap jejakmu. Itu saja. Sudah cukup memberi
arti.
Aku
memang pengecut. Tak berani mengungkapkan. Hanya membisu dalam diam. Tak mampu mendeskripsikan
isi hatiku dengan detail. Lewat perantara surat ini, dimoment spesial penuh
kasih sayang. Aku hanya ingin mengucapkan Selamat Hari Kasih Sayang wahai pria
sawo matang berwajah menggelitik. Harapan sederhanaku, semoga kau melirikku,
menghampiriku kemudian kita dipertemuakan sehingga aku plus kamu sama dengan
kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar