Jumat, 31 Januari 2014

Tren Percintaan Masa Kini


1.     Pemberi Harapan Palsu

Sampai sekarang aktivitas memberi harapan palsu masih kerap terjadi dan belum berujung. Sosok misterius si PHP ini terkadang susah ditebak. Keberadaannya selalu mucul kepermukaan. Selalu ada buat kita. Rajin memberikan pujian. Ya, memberikan perhatian-perhatian kecil dan membuat si korban GR sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Si PHP ini bisa dibilang jago bikin kita luluh kemudian balik sayang ke dia. Usaha buat ngedapetin kita itu gak muluk-muluk. Yak kan? Contoh nyata yang pernah dialamin sih gini tiba-tiba dia nge-sms “aku didepan rumah kamu” dia berdiri bawa rangkaian bunga dan bilang “percaya sama aku, aku serius”, terus pernah juga dinyanyiin lagu plus main gitar, terlebih lagi dibawain coklat pas lagi gak mood ngapa-ngapain. Perempuan mana sih yang gak tersentuh kalau si dia sampe segitunya? Terus kalo kegeeraan, boleh dong? Semakin kesini semakin dekat. Semakin kesini semakin lengket. Seketika rasa sayang itu timbul menyeruak bikin pusing. Kalo udah sayang, dia kemana? Tentu pergi dan menghilang tanpa sebab tanpa kejelasan. Buat apa datang kalau cuman niat nyakitin? Buat apa bilang sayang kalau nanti akhirnya pergi? Sebagian dari mereka sih bilang “kalau gak kegeeran gak bakal ada PHP” Ya, ada benernya juga,kan. Jadi untuk kamu harus tau dulu batas kegeeran itu sampai mana. Biar sama-sama enak. Jadi, gak ada yang tersakiti. Udah itu aja sih.

2.     Tikung Menikung

Sebenarnya menikung itu sah-sah aja. Selama dia masih belum milik siapa-siapa. Biasanya sih kalau nikung itu paling sering terjadi pada temen sendiri. Ya, nikung gebetan temen. Nikung juga gak ada hukumnya selama kamu minta ijin sama temen kamu. Sama-sama berjuang untuk ngedapetin dia. Siapa cepat dia dapat. Jahat sih, tapi mau gimana? Kalo udah sayang semua cara dianggap halal,kan. Saran aja sih, kalau mau nikung rajinin aja liat-liat spion, toleh kiri-kanan, pelan-pelan aja alias dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat. Dijamin, kamu selamat sampe tujuan. Selamat menikung! 

3.     Selingkuh

Mungkin selingkuh ini seratus persen kesalahan. Salah satu kesalahan penyebab putusnya suatu hubungan. Hubungan yang dibumbui oleh pihak ketiga.  Alasan selingkuh sih bermacam-macam. Mungkin yang paling sering terjadi adalah karena bosen. Bosen itu wajar-wajar aja jika terjadi pada manusia. Apalagi kalau si dia udah berubah. Jadi, bisa dibilang selingkuh itu masalah kesempatan aja. Kalau dia mulai cuek terus ada orang baru datang menghibur kita, pengobat luka kita. Niat untuk selingkuh semakin kuat dong? Selama gak ketahuan sih masih oke aja. Karma ditanggung sendiri juga,kan. Kalau sudah sampe ketahuan giamana? Ribet kan? Jadi pikir-pikir deh buat kamu yang niat cari kebahagiaan sesaat dengan cara selingkuh. Ujung-ujungnya pasti nyesel sendiri. Dibenci sama orang yang disayang. Ditambah karma yang pasti lebih nyakitin. Gak banget,kan? Untuk kamu korban selingkuh, jauhin aja dia. Mereka sama-sama busuk. Kamu jangan sampai tertular, ya. Cukup senyum!

4.     Adik-Kakak

Adik-kakak biasanya terjadi dikalangan anak SMA. Hubungan paling asik buat kalian yang gak pengen pacaran tapi deket banget.Tujuan utamanya sih gitu tapi ujungnya pasti beda. Saling memperhatikan, saling merespon, saling sayang. Suka senyum-senyum sendiri kalau lagi berpapasan. Suka ketawa-ketawa bareng kalau lagi telponan. Manis,kan. Tapi, itu semua gak bertahan lama. Ya gak? Pasti ada salah satu yang pengen lebih. Kalau yang satu pihaknya lagi pengen begini-begini aja terus dengan alasan lebih nyaman. Ribet kan? Masalah yang cukup bikin pusing. Banyak-banyak berdoa aja deh, semoga kamu yang lagi adik-kakakan selamanya menjadi adik-kakak selagi nyaman. Kalau sudah saling sayang dalam artian beda harus dilanjutkan,ya. Selamat beradik-kakakan!

5.     Hubungan Tanpa Status

Hubungan Tanpa Status, hubungan paling ribet. Saling sayang tapi tidak ada status jelas yang mendasari. Saling mengucap rindu tapi tidak ada hak untuk cemburu. Saling memperhatikan tapi tidak ada kejelasan. Banyak-banyak berkomitmenlah untuk kamu yang lagi berhubungan tanpa status. Atau lebih baik kalian bicara baik-baik hubungan ini mau dibawa kearah mana. Kalau memang bener-bener sudah tidak bisa, tinggalkan saja jika tidak ada yang mau dirugikan. Meskipun sudah nyaman, pasti ujung-ujungnya bakal bikin sakit. Hentikan! Harus berani mengambil resiko,ya!

6.     Jatuh Cinta Diam-Diam

Jatuh cinta diam diam biasanya dilakukan oleh orang yang penyabar. Yang gak mau mengusik kesibukannya. Umumnya sih jatuh cinta diam-diam ditujukan ke orang yang sudah punya pacar. Memperhatikan secara diam-diam tanpa pengungkapan sedikitpun, selalu men-stalk akun twitternya, mengenali jejaknya dalam bayangan. Elegan, kan. Semoga kamu yang lagi jatuh cinta diam-diam, dia menolehmu, menghampirimu kemudian dipertemukan,ya.


Kamis, 30 Januari 2014

Berahti-hatilah,Tikungan Tajam!


Hi, tukang tikung
            Apa kabar? Sudah nyampe tikungan yang ke berapa? Sudah menghasilkan berapa korban? Sudah seberapa sering tengok-tengok gebetan orang? Apakah anda selamat sampai tujuan?
Nikung itu emang paling asik, cocok buat yang demen sama adrenaline. Apalagi kalau nikungnya terlalu tajam, gak lihat keadaan sekitar, dan suka ngebut pasti jatuh ke jurang.  Parahnya lagi kalau aksi nikung ditambah dengan adegan nyalip ataupun nyrempet dalam sekejap akan memakan banyak korban. Seburuk itukah tukang tikung? Kerjaan tukang tikung kalau gak nikung kanan ya nikung kiri. Jangan kasi kode, tapi tetep liat sepion biar gak kena tilang.  Tukang tikung sangat merugikan, berhati-hatilah!
Harapanku, semoga kamu yang doyan nikung cepet dapet julukan “Tukang Tikung Ditikung” biar kamu bisa mencicipi bagaimana rasanya ditikung. Hindrai aksi tikung menikung sejak dini! Tetapi, tak selamanya tukang tikung salah. Menikung boleh asalkan dengan kecepatan yang tidak terlalu cepat.

Rabu, 29 Januari 2014

Perginya Hanya Satu Kali Saja, Sanggup?

Susah memang mengubah sesuatu yang mungkin memang harus terjadi. Perpisahan? Sesuatu yang selalu dibenci kedatangannya.  Aku sudah berjuang, aku sudah berusaha. Tetapi usahaku dimatamu tak pernah berarti apa-apa. Apakah aku harus menyalahkan diri sendiri?
Kita berbeda dan memang tak harus berjalan beriringan. Perempuan mana yang sanggup bertahan ditengah-tengah pengabaian? Percuma kan apa yang aku perjuangkan ternyata itulah yang kamu abaikan. Aku lebih memilih mundur dan dengan ketidaksiapan aku tetap harus melepasmu.  Mencintai seseorang tidak membutuhkan alasan bukan? Karna ketika kamu mencintai, pikiran rasionalmu tidak kamu gunakan melainkan hati yang beperan. Karena logika selalu kalah dengan perasaan hati, itu yang aku alami.
Kau mengacaukan hari-hariku, menggelapkan suasana hatiku. Namun, perlahan keburukan itu bisa aku atasi meskipun butuh waktu. Aku sudah mulai terbiasa tanpa kehadiranmu. Ketakutanku mulai muncul. Aku ingin menghindar tapi aku tak bisa berbuat apa. Aku mencoba tak merespon tapi aku tak sanggup. Aku masih merindukanmu berharap kamu datang menghampiriku dan menata kembali semua mimpi itu dari awal. Membayangkan hal indah bersamamu, membahyangkan akhir yang bahagia. Ternyata kamu datang, memperhatikanku, mengucap rindu. Aku bahagia, sangat bahagia. Aku begitu bahagia kamu ada di sampingku, menggenggam jemariku. Sosokmu kembali menghiasi hari-hariku. Membuka lembaran baru, mengukir kenangan. Tak bertahan lama, tanpa status yang jelas dan tanpa alasan yang pasti kamu menghilang. Tak menghubungiku, tak mengabariku, tak memperdulikan pesan singkatku. Sakit begitu sesak.
Aku memutuskan untuk bergerak menjauhimu, lagi lagi perpisahan selalu datang menghampiri. Hai kamu, pria egois yang selalu memikirkan dirimu sendiri. Coba gunakan perasaanmu! Coba kendalikan pikiranmu! Datang kemudian pergi seenaknya. Aku bukan tempat persinggahan. Aku bukan boneka yang bisa kau jadikan mainan.
Pikiran dan hati terkadang tak bisa berjalan beriringan. Dengan polosnya kamu datang kembali, menebar rindu, dan mengucap maaf. Tapi aku tetap menyambutmu. Bukannya aku sudah memutuskan untuk mengabaikanmu? Aku memang bodoh. Aku selalu percaya dengan ucapanmu. Entah kenapa aku merasa kamu benar-benar berubah untuk memperbaiki kesalahanmu. Tapi apa? Kamu pergi lagi untuk kesekian kalinya. Memang tidak ada dua hati yang saling berjuang untuk tetap bersatu, hanya ada satu hati yang tetap berjuang tapi akhirnya merelakan. Aku sudah berada dipuncak kejenuhan. Jenuh melihat sikapmu. Sakit mendengar ucapanmu. Aku kasi deh kamu pergi dari hidupku. Pergi-pergi aja ya gak usah balik-balik lagi, sanggup?
                                        Setidaknya aku sempat mencintaimu dengan tulus wahai pria egois...

Apakah Ini Sebuah Kesalahan?

            Aku tidak mengerti apa yang kurasakan. Hatiku lelah untuk menebak. Otakku tak sanggup untuk menerjemahkan. Aku benci saat-saat ini, ketika aku berada diposisi yang sebagian dari mereka mempermasalahkannya. Mengapa mereka mempeributkan masalah ini?
Aku yang dengan polosnya membalas perhatian kecil darinya. Berniat untuk menguatkan tali pertemanan. Hanya itu, tidak lebih. Aku rasa perlakuanku tidak berlebihan. Merespon secara wajar. Bertindak berdasarkan logika. Semua serba biasa. Tak ada bumbu-bumbu suka apalagi sayang terlebih lagi cinta. Terjebak oleh keadaan yang jika tidak menolehnya akan timbul kata-kata tak mengenakan hati. “Sombong kali sih jadi orang”. Itu segelintir ucapan yang sederhana tetapi mengena. Mau nggak mau harus dibales dengan resiko yang cukup bikin pusing. Semakin kesini semakin merespon. Semakin kesini semakin dekat. Namun, tetap patuh pada prinsip awal, merespon dalam standarisasi pertemanan. 
Belakangan ini dia semakin agresif, tidak terkendali. Perlakuanku yang selalu biasa-biasa saja sudah dianggap sesuatu yang WOW baginya. Apalagi jika aku merespon seolah-olah aku menyukainya? Entahlah. Aku selalu mewanti-wanti kalau kita tidak bisa lebih, aku plus kamu tidak bisa sama dengan kita. Kini, aku mulai risih dengan keberadaannya. Ingin menggubris tetapi keadaan yang menolaknya. Sungguh, aku lelah ketika harus berada dijalur ini. Jalur dimana hati tidak mendukung seratus persen, malah keadaan yang menjadi penguasa. “Aku suka, sayang sama kamu. Mengapa menolak? Jadi selama ini kamu anggap aku apa? Kamu pantas dapet julukan PHP” Gerakan spontan pertamaku adalah tertawa sekencang-kencangnya orang lagi ketawa yang perlahan diam kemudian membisu tanda kebingungan.
Aku tidak tegaan melihat kondisimu. Perlakuanmu yang selalu menunjukan kau selalu ada untukku. Mati-matian memperjuangkanku. Aku harus bagaimana? Melakukan hal apa selanjutnya? Tidak tau harus mengarah kemana, berjalan maju atau mundur. Terkadang ketika berdiam diposisi, aku benci memiliki sifat yang tidak tegaan. Bukan karena apa, tetapi berada ditengah-tengah diantara melanjutkan atau mengabaikan membuatku menjadi beban.
Aku masih belum tau ini sebuah kesalahan atau bagaimana. Jika kamu merasa dirugikan, aku minta maaf. Jelas tidak ada maksud untuk menyakiti. Terima kasih untuk kamu yang selalu ada disaat aku butuh meskipun aku selalu menggubrismu. Untukmu, yang sempat mengacaukan pikiranku. Aku tidak tau harus bagaimana. Mungkin solusi yang terbaik, kita harus dipisahkan oleh jarak. Kamu bebas dengan duniamu, tanpa aku. Semoga rencana hebatmu terancang dengan sempurna.