Aku terjebak dalam zona yang cukup bikin
pusing. Tertahan oleh rasa yang memungkinkan bisa untuk lebih. Tetapi keadaan
yang menolaknya. Tidak ada status yang mendasari. Kejelasan pun menjadi
angan-angan dalam hubungan ini. Aku selalu dibayang-bayang pada keputusan
diatas keraguan. Tapi pada akhirnya cinta memang terjadi pada proses yang kita
alami.
Aku
tak mengerti bagaimana statusku denganmu sekarang. Aku tidak menuntut terlalu
banyak untuk itu selama kita masih bisa berbagi rasa dan bahagia. Cinta itu bukan
untuk dimiliki dan diikat tapi untuk dirasakan,kan? Apalah arti Ikatan? Yang kita
butuhkan hanya Cinta. Akan lebih kejam jika sudah ber-ikat namun tetap tidak
tumbuh cinta. Aku tak ingin ada yang mengekang, aku hanya ingin
bebas. Aku heran mengapa diluar sana ribut masalah status.
Apa status berperan penting dalam suatu hubungan? Jika rasa nyaman mendominasi,
saling sayang, dan benar-benar menjadi kita, apa status masih diperlukan?
Entahlah. Aku hanya takut rasa nyaman
ini hilang ketika semuanya diperjelas ketika status pacaran ada diantara kita.
Cinta kepadamu memang telah membuat aku selalu berfikir irasional, dan perasaan
selalu menang. Usahamu telah membuatku benar-benar mengizinkanmu masuk ke
kehidupanku dan ketahuilah aku tidak menyesali keputusanku. Aku mempercayai hal itu, sampai aku mengetahui bahwa aku
salah.
Hubungan
tanpa peresmian status memang berbahaya. Menjalin hubungan tanpa ada status yang
menghalangi. Saling mencintai namun tak ada ikatan. Tahukah kamu, apa yang aku rasakan saat
melihat kalian berdua? Perutku terasa panas. Mataku juga terasa panas. Tapi
hatikulah yang paling menderita. Menemukan kenyataan ini rasanya jauh lebih
parah daripada dilindas seratus tank baja. Sekuat apa pepatah yang bilang cinta yang
tak harus memiliki itu. Biarkan waktu yang menjawab semua misteri pertanyaan
ini. Apakah cinta harus memiliki, atau tidak sama sekali?
Baru kali ini aku menemukan bahwa kamu berbohong, untuk suatu hal yang
besar. Rasanya hanya ingin segera keluar
dari posisi ini, berpindah dan berlari kencang. Entah kemana. Aku nggak mau
memaafkan padahal aku masih mengingat-ingat kesalahannya. Nggak ada dalam
kamusku, forgiven but not forgotten
untuk kasus berbohong dalam komitmen. Tapi,
aku pasti kangen menghabiskan waktu bersamamu menikmati jalannya cerita kita
yang tak tau darimana mulainya dan berakhirnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar